Hati-hati, segala macam kecelakaan di dapur bisa berakibat fatal

Hati-hati, segala macam kecelakaan di dapur bisa berakibat fatal

Kecelakaan Di Dapur – Dapur adalah bagian paling “hangat” dari sebuah rumah dan selalu membuat kita rindu pulang. Aroma masakan tercium dari dapur setiap hari. Namun ternyata tempat yang nyaman ini juga memiliki banyak resiko. Elemen berbagai peralatan masak tajam dan benda panas dapat melukai siapa pun saat memasak.

Untuk menjaga tempat yang nyaman ini tetap aman, hindari segala macam kecelakaan di dapur yang dapat menyebabkan cedera fatal. Berikut beberapa tips agar dapur selalu menjadi tempat yang nyaman dan bebas kecelakaan. Mungkin tips ini mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya bisa membantu semua orang di rumah untuk keluar masuk dapur.

kecelakaan di dapur

Selalu simpan benda tajam dan panas di tempatnya

Kebanyakan orang cenderung terlalu malas untuk selalu menjaga kebersihan dapur hingga bersinar. Tapi itu penting! Saat menggunakan benda tajam atau panas, simpan di posisi yang benar. Setelah selesai digunakan, masukkan kembali ke tempat penyimpanan.

Jauhkan pisau, gunting, dan benda tajam lainnya dari jangkauan anak-anak. Laci yang menyimpannya harus tinggi, tertutup, dan bisa dikunci agar si kecil tidak mudah menjangkaunya. Saat menggunakan benda tajam ini, letakkan di permukaan datar di tengah meja dapur. Hindari meletakkan benda tajam di tepi meja atau permukaan miring, karena dapat menjatuhkan pisau atau gunting dan tanpa sengaja melukai penumpang. Selalu simpan pisau dengan gagang menghadap ke depan agar tangan Anda tidak terluka saat memasukkan pisau ke dalam laci.

Baca Juga : Service Kompor Tecnogas Tangerang

Sediakan alas untuk meletakkan hot pot atau penggorengan yang baru saja digunakan untuk memasak. Selain itu, minyak panas untuk menggoreng tidak boleh dibiarkan begitu saja

Fokus pada pisau

Mampu bermain dengan pisau untuk memotong bahan dengan tipis dan rapi adalah keterampilan master chef yang sering kita lihat di TV. Tampaknya sederhana, ya, tetapi ternyata kemampuan ini tidak datang dalam semalam – ini melalui latihan profesional selama bertahun-tahun.

Jadi, ketika kita tidak memiliki latar belakang seperti MasterChefs, lebih baik berhati-hati dan santai saja dengan pisau. Pegang gagang pisau dengan kuat, dengan konsentrasi penuh, iris perlahan makanan menjadi irisan tipis. Jangan sampai jari Anda terpotong pisau, atau lebih parah lagi, terpotong!

Gunakan sarung tangan tahan panas

Hati-hati dengan panas! Selain kecelakaan pisau, kebakaran kompor juga menjadi salah satu penyebab orang terluka di dapur. Luka bakar, tangan tersiram air panas, semua ini mungkin terjadi saat berurusan dengan peralatan masak panas.

Jadi pastikan untuk memakai sarung tangan tahan panas saat mengeluarkan panci atau mengeluarkannya dari oven. Pastikan untuk menjaga jarak aman saat menggoreng untuk menghindari percikan minyak panas.

Pastikan kompor dan oven benar-benar mati

Sebagian besar kasus kebakaran rumah disebabkan oleh kompor yang tidak dimatikan dengan benar. Setelah selesai memasak, pastikan oven, rice cooker, dan kompor sudah benar-benar mati. Terutama dengan kompor gas, selalu periksa apakah kenop benar-benar berada di tengah mati sempurna sehingga tidak ada risiko.

Waspadai Tabung Gas Meledak

Sebagian besar rumah tangga di Indonesia menggunakan tabung LPG. Periksa kondisi tabung gas dan selang secara berkala. Jika sepertinya katup selang penghubung kendor, ganti dengan yang baru. Ini sangat penting karena silinder yang tidak dirawat dengan baik dapat meledak. Ledakan kompor gas tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga dapat menghancurkan rumah.

Jaga agar lantai dapur tetap kering dan bersih setiap saat

Cairan yang tumpah harus segera dibersihkan – terutama tumpahan licin seperti minyak! Lantai dapur yang basah dan licin berpotensi menyebabkan orang kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Demikian pula, jangan biarkan sisa-sisa sayuran masak mengotori lantai dapur, yang dapat dengan mudah jatuh dan tergelincir bahkan jika Anda menginjaknya.

Jauhkan anak-anak Anda dari dapur

Dapur tidak cocok untuk anak di bawah 7 tahun. Sebisa mungkin, hindari membiarkan anak Anda bermain di dapur, apalagi menggendongnya saat memasak.

Cobalah untuk membuat bayi dan balita tidur di kamar mereka saat memasak – untuk anak yang lebih besar, tawarkan aktivitas lain yang dapat dilakukan anak-anak di ruang tamu, tetapi jangan biarkan anak Anda masuk ke dapur saat Anda sedang memasak di area bermain dan memasak.

Setelah usia 7 tahun, beri tahu anak-anak Anda bahwa ada barang-barang berbahaya di dapur dan mereka hanya dapat menggunakannya dengan sangat hati-hati.

Jika Anda ingin mengajari anak Anda memasak, pastikan orang dewasa mengawasi mereka dengan cermat untuk menghindari kecelakaan.

Perlindungan ekstra untuk semua anggota keluarga

Kecelakaan bisa terjadi di mana saja, tidak hanya di dapur kita. Jadi, berikan perlindungan ekstra untuk seluruh anggota keluarga dengan iPlan atau iPrime, solusi asuransi jiwa lengkap dengan manfaat asuransi kesehatan dari Generali Indonesia. Untuk menghubungi perwakilan Generali terdekat di kota Anda, klik di sini.

Lindungi orang yang paling Anda cintai di setiap langkah hidup Anda dengan tips utama kami tentang keamanan rumah:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.